Saturday, June 18, 2016

Cerita Humor Lucu Pendek Paling Kocak : 20 Cerita Hiburan























Friday, June 17, 2016

Cerita Lucu Baru Ibu Terpaksa Menjual Kambing

Cerita Lucu Baru Terpaksa Menjual Kambing terjadi disebuah dusun yang jauh dari keramaian kota. Dalam kisah ini Baru adalah nama tokoh yang akan diceritakan dalam cerita lucu berikut ini. Nama lengkap Si Baru adalah Barudin, seorang anak yang dibesarkan oleh ibunya sejak kecil. Ayahnya meninggal karena dibunuh sama isterinya yaitu ibu si Baru seperti yang dikisahkan dalam  cerita Heboh Sidang Isteri Mutilasi Suami. Kalau penasaran baca aja dulu kisahnya pada cerita sebelumnya.
Diceritakan pada saat kejadian ibunya baru sedang mengandung si Baru 3 bulan lalu lahirlah sibaru dalam tahanan. karena berkelakuan baik saat berada dalam penjara, wanita tengah baya itupun bebas dari hukuman setelah 5 tahun mendekam dalam jeruji besi. Bersama Barudin alias baru anaknya mereka pindah kesebuah dusun terpencil dan memulai kehidupan baru bersama anaknya. Dengan modal uang 300ribu rupiah yang didapat dari seorang dermawan dalam penjara dibelikannya seekor anak kambing jantan. Saat Masih berumur 5 tahun Si Baru sudah dekat dengan si kambing yang diberi nama SiPon. 

Masa kecil Baru dihabiskan bersama SiPon kambing kesayangannya, kemana mereka pergi selalu bersama sama, sementara sang ibu bekerja sebagai buruh cuci para tetangganya. 8 tahun berlalu, SiPon telah menjadi kambing jantan bertubuh gemuk, demikian halnya dengan Barudin tumbuh menjadi seorang anak yang penyayang dengan sesamanya termasuk dengan ibunya. Si Baru adalahanak yang rajin, saat ibunya pergi mencuci pakaian tetangganya, baru mencarikan kayu bakar untuk bahan bakar masak ibunya kalau pulang nanti. 

Suatu hari Sang Ibu jatuh sakit, dan sudah 3 hari ini dia tidak bisa bekerja karena terbaring lemas dalam kamarnya. Dengan modal JAMKESMAS yang mereka miliki si Baru mengantar ibunya ke Puskesmas. Sesampainya disana pihak PUSKESMAS meminta beberapa persyaratan Administrasi kepada si BARU jika akan menggunakan JAMKESMAS, karena si ibu harus segera dirujuk ke rumah sakit. Si Baru bocah 13 tahun yang tidak pernah duduk dibangku sekolah bingung dan tidak tahu bagaimana mengurus administrasi untuk jamkesmas ("biar gratis,... ngurusnya susah!!!") Di bantu pak RT Sukowi (nama Ketua RT setempat) akhirnya semua urusan administrasi selesai dan sang ibu dirawat dirumah sakit. 

Belum begitu sembuh karena jatah JAMKESMAS cuman 3 hari akhirnya Si BAru mengajak ibunya pulang kerumah. Dokter menemui mereka dan memberikan resep obat yang ternyata harus ditebus di APOTEK karena pihak RS tidak menyediakan. (Gratis nginepnya obatnya beli cuy,..!). Sesampainya dirumah Si Baru membawa sisa tabungan uang mereka yang cuman tinggal 10ribu perak ke Apotek untuk nebus obat. 

Ibu : "Bagaimana baru,..? dapat obatnya,...uhuk,..uhuk,.." tanya sang ibu sambil batuk batuk. 
Si Baru : "Enggak bu,...! uangnya nggak cukup bu,..!" (dengan wajah muram) 
Ibu : "Emang berapa harga obatnya,..?" 
Si Baru : "Enam Ratus Ribu,..bu!" 
Ibu : "Ya sudah gak papa,..nggak usah diobatin nanti juga ibu sembuh sendiri,..uangnya buat beli beras aja ya,.." 
Si Baru : "Kita masih ngutang 70 Ribu diwarung sebelah buat bekal kita kerumah sakit bu,..ditambah hutang sama Pak RT Sukowi 90ribu buat ongkos mobil bawa ibu ke rumah sakit kemarin" (sambil meneteskan airmatanya)

Sang ibu hanya diam tak berkata,...lalu,...
Si Baru : "Bu,...gimana kalau SiPon Kita jual aja bu,...?" 
Ibu : "Jangan nak,...dia itu untuk masa depan kamu,..cuman SiPon yang kita miliki sekarang, kalau dijual bagaimana kamu nanti,..?" 
Si Baru : "Yang penting ibu sembuh dulu dan kita bisa bayar semua hutang kita diwarung sama Pak RT, kalau ibu sudah sembuh dan bisa kerja lagi,..kita beli kambing lainnya bu,.."
Ibu : "Ya sudah kalau memang begitu mau bagaimana lagi,..besok kamu bawa Si Pon Kambing kita kepasar ya,.." 
Si BAru : "Baik bu,.." 
Ibu : "tapi ingat baik baik,..Sekarang SiPon kalau dijual harganya sudah JUTAAN, kalau ditawar ratusan ribu kamu jangan mau ya,.." 
Si BAru : "Iya bu Baru ngerti kok,.."

Keesokan harinya dengan sangat terpaksa Si BAru membawa SiPon kambing kesayangannya ke pasar dengan sepeda bututnya.



Sepulang dari pasar Si BAru langsung menemui ibunya dengan wajah senang berseri seri karena berhasil menjual kambingnya.
Ibu : "Sudah kamu jual kambingnya,..?"
Si Baru : "Sudah bu,..tadi di pasar SiPon cuman ditawar 500ribu! ya tidak Baru kasih bu,.." 
Ibu : "Bagus nak,..kamu memang pintar,..terus kamu bilang apa?" 
Si BAru : "Baru bilang,.... maaf pak kata ibu saya kambing saya ini sekarang harganya sudah JUTAAN jadi kalau ditawar ratusan ribu tidak boleh,..pak!" 
Ibu : "Betul itu,..terus,..terus,..kambingnya kamu jual berapa??" 
Si Baru : "Akhirnya Si Pon laku Jutaan bu,...!" 
Ibu : "Hebat kamu,...memang laku berapa juta nak?" 
Si Baru : "SETENGAH JUTA bu,...ini duitnya,.."

Tiba tiba sang ibu mendadak pingsan,...GRUBAKZ,..!

Nah begitulah Cerita Lucu Baru Terpaksa Menjual Kambing yang cuman fiktif belaka, tempatnya gak beneran ada,...tapi kejadiannya benar benar terjadi kecuali saat jual kambingnya,..! he..he,.. Semoga dari cerita ini ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil. Ada hikmah dari setiap kejadian yang kita alami da ada hikmah dari semua cerita yang kita baca. Mohon maaf jika ada Pihak pihak terkait yang sedikit tersinggung namun itulah kenyataan yang terjadi diluar sana, diluar meja kerja anda dan diluar rumah anda. Serius amat! xiixiixi jika berkenan silahkan lanjutkan membaca 20 Cerita Humor Lucu Pendek Paling Kocak untuk sekedar menghiubur anda.


Wednesday, June 15, 2016

Kisah Lucu Asal Usul Bahasa Gaul seorang Ahli Tata Bahasa Indonesia

Kisah Lucu Asal Usul Bahasa Gaul terjadi di negara indonesia beberapa tahun yang lalu sebelum era reformasi dan rakyat belum mengenal kata KORUPSI. Cerita ini adalah cikal bakal munculnya bermacam macam bahasa gaul dan bahasa alay lainnya di Indonesia. Sebelum tahun 2000 di negara ini belum ada kata kata gaul seperti sekarang ini, misalnya “Cape’ Dech”, “ EGP(Emang Gue Pikirin)” dan kalimat tidak lazim lainnya yang tidak ada dalam kamus besar bahasa indonesia.
  
Diceritakan pada waktu itu ada seorang Ahli Tata Bahasa Indonesia yang sangat luar biasa, saking luar biasanya bahkan dalam kehidupan sehari hari dia selalu menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar ketika berbicara. Demikian halnya dalam kehidupan rumahtangganya baik isteri, orang tua bahkan sampai pembantunya sekalipun kalau bicara harus menggunakan tata bahasa indonesia yang baik dan benar. 
Pada suatu hari datanglah seorang pembantu baru dari desa yang bernama Inem, untuk menggantikan pembantu lamanya yang pensiun karena sudah tua. Sebagai seorang pembantu baru Inem diajari banyak hal oleh majikannya, terutama ketika hendak berbicara dan bertutur kata. Dipanggilah Si Inem oleh tuannya yang saat itu sedang santai diruang keluarga sambil membaca koran.

Tuan : “Inem,..Jika kamu ingin berbicara, pertimbangkanlah dulu baik-baik ucapanmu dengan akal dan pikiran masak masak agar kamu bisa mengungkapkannya dengan menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar. Kamu tahukan? Saya ini adalah seorang ahli bahasa di negara ini,..?” 
Inem : “Baik tuan,... saya tahu dan saya akan terus berusaha menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar,..!”

Pada suatu hari sang ahli bahasa sedang duduk santai sambil membaca koran di depan tungku ruang perapian. Tiba-tiba ada sepercik api yang melayang dan mengenai piyama yang dikenakannya yang terbuat dari sutera. Inem yang saat itu sedang membersihkan almari melihat api tersebut mulai membakar pakaian tuannya tapi sepertinya majikannya tidak mengetahuinya. Kemudian Inem datang menghampiri tuannya,..

Inem : “Tuan,..saya ingin mengatakan sesuatu, ijinkanlah saya mengutarakannya” 
Tuan : “Jika yang akan kamu unggkapkan adalah sebuah kebenaran, maka katakanlah!” 
Inem : “Menurut saya benar tuan,..” 
Tuan : “Apakah kamu sudah memikirkannya masak-masak,..?” 
Inem : “Sudah Tuan,..!” 
Tuan : “Kalau sudah kau pikirkan baik baik, katakanlah,..!” 

Majikannya masih serius membaca koran dan tidak menyadari apa yang sedang terjadi,..

Inem : “Saya melihat sesuatu yang berwarna merah tuan,..” 
Tuan : “Apakah itu?" 
Inem : “Percikan api yang mengenai celana yang sedang tuan gunakan”

Si ahli bahasa meletakkan korannya kemudian melihat ke bagian celana yang mulai robek dan berlubang disertai kobaran api. Dengan melotot dan berdiri dia membentak inem dengan keras,...

Tuan : “Pembantu Bego loe,..!!!! kenapa baru sekarang loe kasih tahu!!!" 
Inem : “Maaf tuan sebelum saya mengatakannya, saya memikirkan ucapan saya terbelih dahulu masak masak , kemudian saya susun kalimatnya baru saya sampaikan maksud dan tujuan ucapan saya kepada tuan seperti yang tuan ajarkan selama ini,..!”

Sejak saat itu sang Ahli Tata Bahasa bersumpah tidak menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar lagi untuk selamanya. Kemudian dia membuat bahasa baru seperti yang biasa anda baca dan dengar selama ini di media jejaring sosial, sms, film-film dan lain sebagainya.  Nah begitulah Kisah Lucu Asal usul Bahasa Gaul yang mungkin biasa anda gunakan selama ini, he..he,..

Kisah ini hanyalah fiktif belaka dan belum tentu benar kejadiannya karena disusun sedikit agak ngawur semata mata agar anda terhibur,.. Jika anda punya pendapat lain silahkan anda utarakan di kolom komentar tapi harus menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar ya,..! Ciyus,..nih,..! Satu lagi kisah lucu menarik yang perlu anda baca yaitu Humor Lucu Anak Sekolah Dan Guru selamat menikmati sajian humor dari kami.



Tuesday, June 7, 2016

Cerita Lucu - Hallo ini MAMA lagi

Hallo ini MAMA lagi …

MAMA ga minta pulsa …
MAMA juga lagi ga dikantor polisi …
MAMA ga minta ditransfer duit …
MAMA cuma minta ama Tuhan

biar kamu diberkati sepanjang tahun 2013 …
MAMA minta juga kalian bertahan dalam sgala ujian dan cobaan.

MAMA bukan mama Lorenz yang bisa melihat masa depan …tapi MAMA berdoa untuk masa depan kalian

MAMA bukan mama Lemon yang bisa membersihkan noda …tapi MAMA minta Tuhan membersihkan dosa2 kalian.

MAMA ga bisa nyanyi buat masuk MAMAMIA …tapi MAMA bisa bernyanyi dalam hati dan berdoa untuk kalian, bersyukur dalam segala hal.

Sudah dulu yahh, pulsa MAMA mau habis …, nanti disambung lagi, kalau MAMA sudah dapet pulsa …

Monday, May 16, 2016

Butuh Nyasar Untuk Mencapai Kebahagiaan



Hay.. apa kabar? Kuharap kamu masih ada…

Hari ini hari senin karena kemaren hari minggu, lebih tepatnya hari senin tanggal 16 mei, sekarang harus belajar menulis tentang apa yang harus ditulis.

Kendari adalah sebuah tempat kamu sekarang tinggal dan menjalani hidup tanpa perlu mengabari seseorang yang sedang menungggu kabarmu disini, L yah aku masih disini dengan kenangan-kenangan yang telah kita ukir. baik itu wedang ronde, arah angin hingga angkringan code menjadikan kota ini sebagai kota istimewa bagi KANAJMI.

Laporanku hari ini tentang aku yang ditinggal oleh temanku, dia bernama yoan purnama, sebenarnya dia cuman kenalanku belum menjadi teman karena aku dan dia belum membuat kesepakatan tentang pertemanan, okelah tak apa aku menyebutnya temanku walaupun teman secara sepihak, yoan maaf aku menyebutmu teman, semoga kamu menyebut aku juga sebagai teman. amin

Hari ini senin, 16 mei 2016 di wisuda bertempat hotel sahid Yogyakarta, aku sempat lupa kalau siang ini aku harus datang untuk sekedar memberikan selamat kepada temanku ini, aku datang bersama seorang yang bernama adjardi, dia teman seangkatan yoan, sedangkan aku adik kelas mereka. 

Selagi menunggu adjardi yang rumahnya di godean aku sedang sibuk mengerjakan sesuatu dikosku, sesampainya adjardi dikos langsung berangkat menuju hotel sahid dimana wisuda itu dilaksanakan, bisa dikatakan perjalan ini tidaklah mulus selayaknya jalan tol, dan bisa juga dikatakan perjalanan tak begitu mengasikkan bila tak ada kata kesasar, hahaha.. Kesasar adalah keadaan yang tak sesuai dengan harapan.

Sudah sampai didepan hotel, parkir mobil dan motor harus diparkiran mall karena disitu sama-sama menggunakan nama sahid. Nahh, karena dasarnya wong deso mlebu mall yan ora kesasar berarti joss gandos, hahaha. Selesai motor diparkirkan, seharusnya tinggal berjalan menuju tempat wisuda tetapi disitu tidak, lebih tepatnya nyasar ditempat parkiran, karena tidak tahu jalan untuk keluar dari parkiran dan tidak tahu dimana ruangan wisuda dilaksanakan, haha. 

Berhubung tidak tahu jalan ya akhirnya clingak-clinguk melihat orang-orang berjalan kemana dan mengikutinnya, pastilah mereka juga ingin keluar dari parkiran. Mengikuti orang itu adalah sebuah kesalahan, karena mereka juga tidak tahu kemana arah jalan yang benar untuk keluar parkiran, hahaa dan akhirnya kita bisa keluar dengan mencari jalan sendiri, dengan menembus pintu kaca yang kacanya belum dipasang hahaha. Sesudah keluar dari parkiran masih ada persoalan lagi yang mesti dicari jalan keluarnya, dimana wisuda itu dilaksanakan? Tentunya dihotel sahid, sedangkan kita sudah di area hotel sahid tetapi belum menemukan tempat tujuan, kan lucu. haha 

Nyasar disekitar tujuan. Mau tidak mau harus mencari jalan untuk mencapai tempat wisuda walaupun dengan nyasar dahulu, lantai demi lantai dilewati 1 ke 2, 2 ke 3 dan 3 ke 4, serta 4 ke 5 dan sampailah dipuncak gedung, dipikir bisa mencapai tujuan dengan sudah nyampai puncak! ternyata tidak, disitu hanya menemukan kebodohan dan kesalahan lagi karena tidak menemukan yang dicari, disitulah baru sadar bahwa kita harus keluar dan memulai dari luar untuk melihat sekeliling apakan tujuannya sudah terlihat apa belum. Turun lagi dong? Ya iyalah harus turun lagi. Dan sampainya ditingkan yang paling rendah itu baru bisa menemukan jalan yang benar untuk mencapai tujuan. Teruntuk temanku yoan harusnya kamu lihat perjuanganku dan adjardi untuk datang kewisudamu. Butuh nyasar untuk mencapai kebahagiaan!

Selamat yoan purnama sekarang sudah menjadi Yoan Purnama, SEI

Haha perjalanan hari ini seharusnya asyik, tetapi karena tulisan ini jelek ya akhirnya perjalan ini menjadi tidak asyik. Sekali lagi selamat buat kakak yoan semoga ilmunya menjadi barokah.


Kanajmi dikendari, itu ceritaku hari ini, bagaimana ceritamu? Aku tak tahu..
Semoga kamu baik baik saja dan kelak menjadi orang sukses disana. Tunggu aku mebelikan Es The dikotamu.